A s s a l a m u 'a l a i k u m . . . *____*
My photo
Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Search This Blog

Thursday, August 25, 2011

Mengapa Jumlah Bintang Terus Berkurang?



Nilam Permata | Inilah – Sel, 23 Agu 2011

INILAH.COM, Jakarta - Jarang melihat bintang belakangan ini? Jumlah bintang di angkasa memang sudah berkurang. Ilmuwan menemukan penyebabnya.

Selama ini para ahli astronomi telah mengetahui bahwa jumlah bintang di angkasa terus berkurang. Bintang tua cahayanya semakin redup, sementara bintang baru tidak terbentuk

Tim ilmuwan dari Australia menemukan penyebabnya, yaitu karena berkurangnya molekul hidrogen di dalam galaksi.
Dr. Robert Braun dari CSIRO menggunakan radio teleskop Mopra di New South Wales untuk membandingkan galaksi-galaksi. Ia menemukan galaksi baru mengandung lebih banyak molekul gas hidrogen dibanding galaksi lama.
"Hasil temuan ini membantu kita memahami mengapa sekarang bintang tak bersinar lagi," ujar Braun seperti dikutip dari TGdaily.

Bintang terbentuk dari awan berisi debu dan gas yang sangat besar dan bersinar karena ada proses pembakaran hidrogen menjadi helium. Ketika hidrogen habis, tekanan akan menurun, dan bintang pun lama-kelamaan mati.

Lalu kenapa jumlah hidrogen berkurang?

Menurutnya, berkurangnya gas hidrogen dan formasi bintang kemungkinan mulai terjadi sejak ukuran jagat raya semakin cepat berkembang, dan galaksi-galaksi jadi kesulitan menangkap gas. [mor]

Wednesday, August 24, 2011

8 Fakta Antara Anak Dan Orang Tua


Ini menurut survey, anak-anak kelakuannya kadang suka bikin orang tua sedih.
1. Anak selalu berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya.
2. Anak selalu merasa terkekang oleh orang tuanya.
3. Anak selalu merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya.
4. Anak selalu merasa bahwa dirinya tidak disayang.
5. Anak selalu memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya.
6. Anak selalu meributkan harta warisan orang tuanya.
7. Anak selalu menganggap remeh pekerjaan yang telah diberikan.
8. Anak selalu membentak orang tuanya saat berbicara.


Tapi ada 8 fakta juga bahwa ada yang tidak diketahui anak apa yang dirasa juga perbuat sama orang tuanya.
1. Anak tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya yang lain.
2. Anak tidak mengerti bahwa semua yang dilakukan orang tuanya hanya demi kebaikan anaknya.
3. Anak tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anaknya.
4. Anak tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat.
5. Orang tua tidak pernah memberitahukan pengorbanannya selama melahirkan anaknya.
6. Orang tua telah mempersiapkan harta warisan untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkannya.
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah – susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek.

Friday, August 19, 2011

Wah, Remaja Penggemar Musik Lebih Mudah Depresi


REMAJA yang menghabiskan banyak waktu mendengarkan musik lebih berisiko mengalami depresi daripada remaja yang memiliki kegemaran membaca. Demikian diungkap sejumlah peneliti dari University of Pittsburgh School of Medicine, Amerika Serikat.

Peneliti melibatkan 106 peserta untuk mencari keterkaitan media dengan kesehatan emosional. Selama dua bulan, peneliti meminta peserta uji coba selama puluhan kali untuk melaporkan jenis media yang mereka terima, termasuk televisi, musik, video game, internet, majalah, dan buku.

Para ahli menemukan remaja yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka mendengarkan musik 8,3 kali lebih berisiko menjadi depresi. Di sisi lain, mereka yang lebih suka membaca buku hanya sepersepuluh dari penggemar musik yang berisiko depresi.

"Pada titik ini, tidak jelas apakah orang depresi mendengarkan musik sebagai pelarian atau apakah mendengarkan musik dalam jumlah besar dapat menyebabkan depresi atau keduanya. Apa pun itu, temuan tersebut dapat membantu dokter dan para orang tua menyadari adanya kaitan antara media dan depresi," kata Dr Briaqn Primack, asisten profesor kedokteran dan pediatri di Pitt's School of Medicine.

Menurut Institut Nasional Kesehatan Mental, penyakit depresi diperkirakan memengaruhi satu dari 12 remaja. Studi ini diterbitkan dalam edisi April dalam jurnal Archives of Pediatric and Adolescent Medicine.(MI/***)

Taken from: http://id.berita.yahoo.com/wah-remaja-penggemar-musik-lebih-mudah-depresi-20110411-022200-786.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...